Dasar Ahok, hok, hok!

Basuki Tjahya Purnama, Gubernur DKI Jakarta

Basuki Tjahya Purnama, Gubernur DKI Jakarta

Saya sangat iri dengan Ahok, gubernur non-aktif DKI Jakarta. Orang satu ini mampu membuat seantero Indonesia bergejolak, bahkan sampai ke Suriah. Bagaimana yah caranya?

Sejauh saya perhatikan orang ini tidak berbuat apa-apa loh. Dia Cuma seorang gubernur aja. Dia melakukan kerjanya apa adanya. Setiap pagi, setiba di depan kantornya, dia mendengarkan keluhan warga yang datang setiap hari dan diselesaikan hari itu.

Normalisasi Kali Ciliwung

Normalisasi Kali Ciliwung

Lalu beberapa kali (sungai) di Jakarta dibersihkan dengan melakukan perluasan dan penggusuran warga. Menggusur warga di bantaran kali, yang menempati tanah milik pemerintah. Tetapi dia tetap menyediakan tempat yang jauh lebih layak bagi warga yang digusur, minimal lebih layak untuk saya. Saya tidak tahu apakah lebih layak di pinggiran kali atau di rusun layaknya apartemen dengan sewa sangat murah. Apa yang istimewa dari Ahok? Dia kan menggusur orang-orang yang menempati tanah pemerintah secara ilegal. Mungkin kalau dia berani menggusur SBY dari Demokrat, agar kadernya bisa berpolitik secara sehat, bukan untuk korupsi, barulah dia hebat. Lah dia kan gubernur DKI Jakarta, jadi dia hanya melakukan kewajibannya doank.

Pembangunan Masjid Raya Jakarta

Pembangunan Masjid Raya Jakarta

Dia juga membangun beberapa masjid megah di Jakarta (meneruskan apa yang sudah mereka rencanakan bersama Bapak Jokowi waktu itu) demi terpenuhinya kebutuhan batiniah umat Islam, yaitu memiliki tempat ibadah, di mana mereka dapat beribadah dengan nyaman dan tenteram. Apa yang istimewa dari membangun masjid? Itu juga sudah kewajiban Ahok sebagai gubernur. Tidak ada yang istimewa. Andai dia mampu membangun Kalijodo prostitution regeneration, barulah dia hebat. Heheheh…….

Transjakarta Luncurkan 116 Bus Baru

Transjakarta Luncurkan 116 Bus Baru

Dia melakukan revitalisasi transportasi umum di DKI Jakarta, mulai dari peremajaan bus-bus umum, sampai menyediakan Transjakarta yang lebih baik dan layak untuk digunakan warga dengan harga murah. Apa istimewanya Ahok? Itu juga kan kewajiban seorang gubernur. Coba deh bayangkan kalua Ahok mampu menaikkan ongkos angkutan umum, pasti banyak pejabat, mulai dari direksi angkutan umum, sampai Lulung.

Dia membangun sistim finansial DKI Jakarta yang serba elektronik dan otomatis (E-Budgeting), serta jauh dari praktik korupsi. Anggaran yang serba elektronik ini mengakibatkan anggaran pemerintah DKI tidak bisa diselewengkan. Tapi itu tidak ada istimewanya juga loh. Emang kan sudah zamannya sekarang serba elektronik. Apa hebatnya coba? Biasa aja! Nah kalau UPS jadi USB, baru sangat hebat, iya kan?

Lalu kenapa Ahok yang biasa saja itu justru bisa menggoncang Jakarta, Indonesia dan bahkan Suriah?

Menggoncang? Iyalah! Tentu bukan karena dugaan penistaan agama ini loh. Kasus dugaan penistaan agama ini hanyalah “bola es panas” yang sudah lama menggelinding dari ubun-ubun pihak-pihak terkait yang setiap saat semakin membesar. Semua itu karena semua perbuatan Ahok yang sudah melakukan kewajibannya di Jakarta sebagai gubernur DKI Jakarta.

Loh… loh….. loh….. Ahok melakukan kewajibannya, kok justru memperbesar bola es panas di ubun-ubun pihak terkait? Saya sendiri terheran-heran. Setahu saya, jika perbuatan seseorang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka ia akan dipuji sebagai pemimpin yang baik, benar dan pantas. Lah kenapa malah seperti itu?

Lama saya terdiam untuk mengotak-atik akal budiku agar bisa menjelaskan kenapa banyak ubun-ubun yang panas melihat Ahok melakukan kewajibannya. Sesuai hukum logika akal budiku yang pas-pasan ini, jika seseorang melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, benar dan pantas, maka dia pantas mendapat apresiasi, seperti penghargaan “gubernur tersukses” mungkin. Atau apalah, yang penting penghargaan. Asalkan bukan penghargaan “guru besar”, kan dia bukan dosen.

Nah sampai di sini, akal budiku tidak lagi mampu menemukan alasan logis kenapa banyak ubun-ubun yang panas mengetahui bahwa Ahok melakukan kewajibannya. Sama halnya saya tidak bisa memahami bola es panas. Sudah es, panas lagi.

Mungkin saja karena akal budi mereka lebih mumpuni dari akal budiku, sehingga mampu melampaui logikaku. Mungkin juga mereka berpikir melampaui logika berpikir akal budi. Atau mungkin logika mereka tidak mengikuti logika akal budi, sehingga akal budiku tidak sanggup memahaminya. Atau mungkin ….. Ah sudahlah. Tidak bisa lagi kupikirkan dengan akal budiku, hanya mereka yang bisa.

Makanya ……..

Dan semua ini gara-gara Ahok, hok, hok!

*Artikel ini pertama kali dipublish di seword.com dengan penulis yang sama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: